Biaya Pendaftaran SBMPTN Rp 200 Ribu

* Sekolah Belum Mengisi PDSS
- Rabu, 20 Januari 2016 16:43 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2016/01/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Jakarta (SIB)- Pada hari pertama pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) belum ada satu pun sekolah yang melakukan entri data PDSS. Pihak sekolah dipastikan masih berkonsolidasi internal, agar tidak melakukan kesalahan saat mandaftarkan siswanya.Koordinator Pokja Humas Panitia Nasional SNMPTN/SBMPTN 2016, Bambang Hermanto mengatakan pada hari pertama pengisian PDSS belum ada sekolah yang mengisi data sekolah maupun siswanya. Menurut Bambang, pada umumnya sekolah masih mempelajari berbagai informasi syarat dan ketentuan yang diberlakukan di 2016. "Jadi hari pertama masih sepi," kata Bambang di Jakarta, Senin (18/1).Langkah mempelajari informasi terkait SNMPTN menurut Bambang sangat penting. Kehati-hatian memang diperlukan untuk meminimalisasi kesalahan yang dapat merugikan siswanya.Kondisi seperti ini juga hampir terjadi di setiap tahun, di mana minggu-minggu pertama biasanya sekolah mengisi waktu untuk konsolidasi internal. "Termasuk berkomunikasi dengan siswa dan orang tua," jelasnya.Seperti diketahui, pengisian dan verifikasi data PDSS mulai dibuka 18 Januari-20 Februari 2016. Setelah itu baru masuk pada pendaftaran SNMPTN yang dibuka 29 Februari-12 Maret.Para siswa pendaftar dapat memilih sebanyak-banyaknya dua perguruan tinggi negeri (PTN). Syaratnya, jika memilih dua PTN, maka salah satu PTN harus berada di provinsi yang sama dengan SMA asalnya.Sekretaris Umum Panitia SNMPTN 2016, Herry Suhardiyanto mengatakan, siswa bebas memilih PTN di provinsi manapun jika hanya memilih satu kampus. "Siswa bisa memilih tiga program studi, di mana dua prodi harus berada di satu PTN," ujarnya.Mengingat terbatasnya jumlah pilihan, maka disarankan kepada siswa untuk memperhitungkan setiap pilihannya. "Perhatikan pula urutan pilihan PTN dan prodi, itu menyatakan prioritas pilihan," jelas Herry.Setelah mendaftar, pencetakan kartu tanda peserta SNMPTN dapat dilakukan antara 22 Maret-21 April 2016. Kemudian masuk pada pengolahan data dan proses seleksi di 24 Maret-8 Mei 2016. "Setelah itu akan diumumkan hasilnya pada 10 Mei 2016," sebut Herry.Mengingat ketatnya jadwal, Herry mengimbau kepada Kemdikbud untuk segera menyetorkan data hasil Ujian Nasional sebelum masuk masa pengolahan data. meskipun kewenangan apakah hasil UN akan digunakan atau tidak ada di tangan PTN yang bersangkutan."Agar UN bisa ikut diperhitungkan, maka Kemdikbud harus menyetor hasil UN lebih awal," tegas Herry. Sementara itu, pendaftaran ulang peserta yang lulus SNMPTN dapat dilakukan pada 31 Mei 2016. Jadwal tersebut bersamaan dengan digelarnya ujian tertulis SBMPTN.SNMPTN merupakan seleksi masuk berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik calon mahasiswa. Pemerintah melalui Kemristekdikti mengurangi kuota SNMPTN pada tahun ini dari sebelumnya minimal 50 persen menjadi 40 persen. Pengurangan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara SNMPTN, SBMPTN dan Seleksi Mandiri.Biaya PendaftaranKhusus untuk SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri), panitia menetapkan biaya pendaftaran baru. Besarnya meningkat menjadi 200 ribu, dari tahun lalu yang hanya 100 ribu rupiah. Untuk kebijakan baru ini, Herry menjelaskan, kenaikan disebabkan adanya penurunan anggaran untuk Kemristekdikti di tahun ini."Anggaran Kemristekdikti turun, jadi subsidi untuk pembiayaan pendaftaran mahasiswa baru terpaksa dikurangi," sebut Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) ini.Menristekdikti, Mohammad Nasir menambahkan, jumlah pembiayaan dari tahun ke tahun terus meningkat sehingga ada pembiayaan pendaftaran juga dinaikkan. "Bukan hanya karena anggaran terbatas, tapi karena kebutuhan penyelenggaraan SBMPTN meningkat," papar mantan Rektor Universitas Diponegoro ini.Ia juga berpendapat, kenaikan biaya juga sebagai wujud partisipasi masyarakat. Mengingat pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat. "Khusus untuk pendaftar dari bidikmisi yang diterima, maka uang pendaftaran akan dikembalikan," pungkas Nasir. (KJ/q)


Tag:

Berita Terkait

Sekolah

BBPOM Medan Minta Masyarakat Menjadi Konsumen Cerdas

Sekolah

Ketum Projamin : Segera Cabut Surat Edaran Walikota Medan

Sekolah

Pemprov Sumut Raih Opini Kualitas Tinggi Pelayanan Publik 2025, Wagub Surya Targetkan Kualitas Tertinggi 2026

Sekolah

Polres Tanjungbalai Sosialisasikan KUHP Baru dan Tertib Berlalulintas Bagi Pelajar

Sekolah

Dinas Pertanian Pacu Program Peningkatan Pangan

Sekolah

Disdikbud Kota Medan Terapkan Pembelajaran Berbasis Digital Bagi Siswa/i SD dan SMP