Jakarta (SIB)- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi menghentikan Layanan Aplikasi Tryout Ujian Nasional (ATUN)Aplikasi ini dihentikan karena justru digunakan secara berlebihan oleh para guru kepada peserta didik di SMA/SMP tingkat akhir.Sebelumnya layanan ATUN ini dapat diakses secara bebas dan gratis di website http://atun.m-edukasi.kemdikbud.go.id. Namun beberapa hari terakhir layanan tersebut di nonaktifkan oleh Kemendikbud.Menurut Kapuspendik Kemendikbud Nizam mengkonfirmasi bahwa layanan ATUN untuk sementara di nonaktifkan. Nizam menyebutkan bahwa layanan tryout bersama ini sudah berjalan sejak tahun 2015 lalu. Namun pada pelaksanaan UN tahun ini, pengguna layanan tryout unas berbasis computer bertambah banyak.Pada pelaksanaan UN 2016 ini, terdapat 3000an lebih sekolah yang mengadakan UN CBT, yang terdiri dari 1.123 SMA , 1945 SMK, dan 640 unit SMP di seluruh Indonesia.Semakin banyaknya unit sekolah pelaksana UN berbasis komputer ini mengakibatkan membludaknya penggunaan layanan tryout UN CBT. Namun disayangkan, guru-guru dan para siswa sibuk dengan kegiatan di sekolah dengan serangkaian uji coba UN CBT.Menurut Nizam, persiapan tryout UN memang tidak dilarang, namun tidak boleh berlebihan memberikan siswa tugas mengerjakan latihan-latihan soal Unas. Karena menurutnya jangan sampai latihan tryout mengakibatkan tidak tuntasnya materi pelajaran. Untuk itu penuntasan materi ajar tidak boleh terganggu.Kemendikbud kemungkinan akan membuka kembali layanan tryout online tersebut saat mendekati pelaksanaan Unas 2016 nanti. Nizam juga menegaskan layanan aplikasi unas buatan masyarakat yang terdapat di dunia maya tidak terkait dengan unas resmi kemendikbud.JANGAN SALAHKAN GURUSementara itu, Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti meminta Kemendikbud tidak menyalahkan para guru yang jor-joran melatih siswa jelang unas.â€Seharusnya Kemendikbud introspeksi kenapa para guru nge-drill siswa kelas tiga,†jelas dia. Bagi Retno, meski unas tidak lagi menentukan kelulusan, tapi masih berfungsi untuk acuan masuk SMA dan perguruan tinggi negeri (PTN).Maka wajar para guru ingin muridnya mendapat nilai setinggi-tingginya. Supaya bagi yang di SMP, bisa masuk ke SMA favorit. Kemudian bagi yang di SMA/SMK supaya bisa tembus PTN tenar. Retno mengatakan di lapangan kegiatan tryout unas CBT dilakukan tidak sampai menyita jam belajar.Guru SMAN 13 Jakarta itu mengatakan, setiap siswa tetap mengerjakan tryout unas CBT selama 2 jam.Karena jumlah komputer terbatas, maka diterapkan sistem kloter. Nah karena komputernya gantian, maka kloter paling akhir mengerjakan tryout sampai pukul 16.00 sore. â€Jadi bukan satu siswa mengerjakan tryout mulai jam 07.00 sampai 16.00,†pungkasnya. (Kesekolah.com/jpnn/h)