Rantauprapat (SIB)- Pelajar Sekolah Dasar (SD) dari Kabupaten Tobasamosir, Asahan dan Labuhanbatu Utara mengikuti kegiatan pemahaman tentang konservasi alam. Konservasi pelajar ini berlangsung sejak 3 sampai 7 Februari 2016. Pesertanya murid didik SDN 118345 Kualuberingin Kabupaten Labuhanbatu Utara. Siswa SDN 018092 Loburapa Kabupaten Asahan dan para siswa-siswi SD Swasta RK Bintang Timur, Meranti Timur, Kabupaten Tobasamosir.Konservasi pelajar ini, diselenggarakan NGO TIME (Tindakan Investigasi Memantau Ekosistem). TIME, salahsatu NGO yang bergerak di bidang konservasi, advokasi dan investigasi.Peserta konservasi dilatih membuat karya tulis dan kunjungan ke Suaka Margasatwa (SM) Dolok Surungan. Tujuannya, agar siswa-siswi memahami pentingnya menjaga kawasan hutan konservasi dari kerusakan.Selain membuat karya tulis pelajar, siswa-siswi dibawa penyelenggara mengunjungi sekolah SM Dolok Surungan, didampingi guru pengajar.Pemenang lomba karya tulis bertema Save SM Dolok Surungan itu, adalah Euro Panjaitan (SD Swasta RK Bintang Timur Pintu Pohan Tobasa) sebagai juara I, juara II Maydina Wati br Hutahaean (SD 118345 Kualuberingin, Labura) dan juara III Novi Lia Ramadani (SD 018092 Loburapa Asahan. Mereka mendapat tropi, piagam dan bingkisan dari penyelenggara.Penghargaan diserahkan di sekitar kawasan Suaka Margasatwa Dolok Surungan, dihadiri guru-guru pendamping, Kacabdis Pendidikan Labuhanbatu Utara, staf BBKSDA Resot Dolok Surungan, tokoh masyarakat, Dkr Kwarran Aek Songsongan, Kwarran Kualuh Hulu. Kepala SD Muhammadiyah 1 Aekkanopan dan undangan lainnya."Melalui kegiatan ini kita harapkan anak didik mengetahui secara langsung kondisi Suaka Margasatwa Dolok Surungan, dan siswa-siswi juga memahami pentingnya menjaga kelestarian hutan. Kami juga mohon kepada anak didik kita sekalian, jika nanti sudah dewasa agar menjaga hutan kita. Lestarikanlah dari tangan-tangan yang merusak hutan kita," ujar Ketua pelaksana, Siddik SPd didampingi staf TIME, Ferry Adi Nata SKom.Euro mengaku bangga mengikuti konservasi itu, dan senang memenangkan lomba karya tulis tersebut.Pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumut, merespon kegiatan itu. Kepala Bidang Wilayah II BKSDA Sumatera Utara, Subhan SHut MSi, ketika dikonfirmasi Senin (8/2), sangat mendukung kegiatan penyadartahuan kalangan pelajar di tiga kabupaten tersebut."Bahkan, kalau memungkinkan ini bisa dijadikan agenda tahunan. Karena kegiatan seperti ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan jiwa konservasi kepada anak usia dini, sehingga akan melahirkan kader-kader konservasi yang potensial, yang pada saatnya nanti akan menjadi pejuang konservasi yang handal dan profesional," ujarnya.Pihak TIME sendiri menyebut kegiatan ini untuk peningkatan kesadaran konservasi pelajar tentang kawasan suaka margasatwa Dolok Surungan.Manager Program TIME, Ucok Bangun G, juga menyebut kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Balai Besar KSDA Sumut serta dukungan TFCA Sumatera, KEHATI.Pihaknya, kata Ucok, berupaya memberikan informasi, pemahaman, motivasi kepada siswa-siswi tentang pentingnya menjaga dan melestarikan SM Dolok Surungan."Karena SM Dolok Surungan adalah Habitat Kunci Harimau Sumatera dan sebaran spesies Tapir. Semoga kegiatan ini menumbuhkan kesadaran kepada siswa-siswi akan pentingnya hutan dan ekosistemnya, dan memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, sikap/perilaku, ilmu pengetahuan tentang konservasi," ujarnya. (D10/d)