Wariskan Budaya, Perempuan Desa Tanjung Barus Racik Obat Tradisional

Redaksi - Minggu, 15 Maret 2020 20:30 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/berita/dir032020/_4417_Wariskan-Budaya--Perempuan-Desa-Tanjung-Barus-Racik-Obat-Tradisional.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/Marlinto Sihotang
BIKIN OBAT : Kaum perempuan yang tergabung dalam PKK Desa Tanjung Barus, Kecamatan Barusjahe, Karo, melestarikan budaya leluhur Karo dengan membuat obat tradisional bahan Sembur dan Kuning (param) di

Tanah Karo (SIB)

Kaum perempuan yang tergabung dalam ibu ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Tanjung Barus, Kecamatan Barusjahe, Karo mempertahankan warisan budaya leluhur Suku Karo, dengan meracik serta membuat obat tradisional yakni bahan sembur dan kuning (param).

Kepala Desa Tanjung Barus, Berlin Bangun, Selasa (3/3) menyebut, kegiatan ini dilakukan kaum ibu yang tergabung dalam PKK.

"Jadi sebagai pemerintah desa, tentunya kita fasilitasi ya," katanya.

Ia menyebut, pembuatan obat tradisional Karo ini dilakukan secara rutin tiap tiga bulan sekali. Bahan bahan dasar pembuatan obat tradisional diambil dari hasil ladang masing masing warga.

"Bahan dasar kan lengkap, karena daerah pertanian, tentunya tinggal tergantung niat dan kebersamaan melakukanya," kata Bangun.

Pengolahan ramuan obat-obatan tradisional inilah salah satunya yang dijadikan Pemerintahan Desa Tanjung Barus, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo sebagai upaya pemberdayaan perempuan di desa yang berjumlah sekitar 500 KK.

Diterangkan Bangun, kegiatan pemberdayaan perempuan desa yang pesertanya terdiri dari para lansia dan pra-lansia ini merupakan salahsatu upaya mempererat tali silaturahmi sesama warga desa, di samping upaya mempertahankan budaya kearifan lokal.

Katanya, bahannya terdiri dari beras, daun- daunan hutan, jahe, lada, jerangau, pala dan akar-akaran dari tanaman obat dan jeruk purut. Keseluruhan bahan ramuan ini dicincang halus lalu digiling halus kemudian disangrai dengan beras.

"Tentunya, tujuan kita nanti hingga ke pemasaran atau komersial yang mampu membantu perekonomian keluarga, sehingga tiap warga desa semakin mandiri dan sejahtera," katanya.

Namun, hingga kini, Bangun menyebut obat tradisional yang dibuat kaum perempuan ini masih sebatas untuk keperluan pribadi, belum untuk dijual.

"Masih untuk pribadi. Intinya warga kita dulu memakainya. Warga sehat, pemerintah desa pun senang. Ke depannya, akan kita jual dengan merek desa kita," katanya. (K02/c)

Berita Terkait

Sinar Wanita

Kereta Api Tabrak Mobil Expander di Simalungun, Korban Mengalami Luka dan Trauma

Sinar Wanita

Pelaku Curanmor di Sergai Ditangkap, Mengaku Beraksi di 25 TKP

Sinar Wanita

Polres Simalungun Tanam Jagung Serentak di Tapian Dolok

Sinar Wanita

Patroli Malam, Timsus Dayok Mirah Sikat 4 Motor Knalpot Brong di Pematangsiantar

Sinar Wanita

PERMATA dan MTPP GBKP Kembangkan Kompos Cair dari Limbah Pertanian

Sinar Wanita

Ancaman PHK Massal Mengintai Sumut Usai Pencabutan Izin Sejumlah Perusahaan