Tsuneko Sasamoto, Jurnalis Foto Perempuan Pertama Jepang Masih Aktif Memotret

- Minggu, 08 November 2015 22:35 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/11/hariansib_Tsuneko-Sasamoto--Jurnalis-Foto-Perempuan-Pertama-Jepang-Masih-Aktif-Memotret.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Tsuneko Sasamoto
Tsuneko Sasamoto dikenal sebagai jurnalis foto perempuan pertama di Jepang. Dia mulai memotret sejak usia 25 tahun dan berhasil mengabadikan puluhan ribu momen selama sebelum hingga setelah perang di Jepang.Sasamoto lahir pada 1 September 1914. Selain menjadi jurnalis foto perempuan pertama, ia adalah salah satu jurnalis foto tertua di negeri yang terkenal dengan kedisiplinannya itu. Ia tetap menjadi fotografer hingga sekarang di usianya yang telah mencapai 101 tahun.Seperti yang dilansir NHK online, tak heran jika Sasamoto dianggap  sebagai fotografer perempuan tertua di dunia. Kegiatan memotret sudah menjadi darah dan daging bagi Tsuneko Sasamoto. Pasalnya sejak usia muda hingga kini satu abad, aktivitasnya tak pernah lepas dari kamera.Dia pun terlibat mengabadikan berbagai sejarah penting. Diantara karyanya adalah foto Jenderal Douglas MacArthur dan istrinya, Jean pada tahun 1947 ketika Jepang diduduki Amerika Serikat.Kemudian ada juga foto keluarga kerajaan, foto organisasi Pemuda Hitler yang mengunjungi Jepang, dan foto-foto novelis, pujangga dan seniman terkenal tanah kelahirannya.Sementara Zaikennews melaporkan, rasa ingin tahu bawaan telah mendorongnya untuk terus bekerja. "Takut, tapi penasaran. Tidak suka tapi ingin melihatnya. Saya merasa terdorong untuk menghadapi dunia dan membiarkan orang tahu apa yang saya lihat, hanya ingin mengambil gambar,"ujar Sasamoto.Kendati usianya sudah senja, Sasamoto masih aktif memotret. Bahkan saat ini dia masih bekerja di situs berita NHK Online. Situs tersebut juga menyelenggarakan pameran karya-karyanya sepanjang 70 tahun menjadi fotografer.Tahun lalu tangan kiri dan kedua kaki Sasamoto patah hingga dirinya kesulitan bergerak. Kini dia tengah menjalani rehabilitasi agar tubuhnya kembali pulih.Dia juga sedang mengerjakan proyek fotografi berjudul "Hana Akari" atau bisa diartikan sebagai "Kilauan Bunga", sebuah proyek penghormatan untuk rekan-rekan fotografernya yang sudah lebih dulu meninggal. (NGI/h)


Tag:

Berita Terkait

Sinar Wanita

PERMATA dan MTPP GBKP Kembangkan Kompos Cair dari Limbah Pertanian

Sinar Wanita

Ancaman PHK Massal Mengintai Sumut Usai Pencabutan Izin Sejumlah Perusahaan

Sinar Wanita

Bangunan Bertingkat Terbakar di Sidikalang

Sinar Wanita

Polres Pelabuhan Belawan Bagikan Takjil kepada Warga

Sinar Wanita

Pasokan BBM Pertalite di Ibu Kota Simalungun Langka

Sinar Wanita

Wakil Ketua DPRD SU Serukan Masyarakat Luas Tidak Panik Sikapi Isu Kelangkaan BBM