Beberapa minggu terakhir hujan seolah awet mengguyur Sumatera Utara secara merata. Akibatnya beberapa wilayah terkena banjir, seperti Medan dan Mandailingnatal (Madina). Bahkan, beberapa titik jalan Medan-Berastagi mengalami longsor.Peningkatan curah hujan diperkirakan BMKG terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia bagian barat. Hingga periode 29-31 Oktober 2018, Sumatera Utara berpotensi hujan lebat. Kondisi ini menjadi peringatan bahwa alam saat ini kurang bersahabat. Banyak hal bisa terjadi, yang bisa membahayakan warga, baik yang sedang bepergian, maupun yang sedang berada di rumah. Terutama yang berada dekat sungai dan di kawasan pegunungan.Mereka yang berada dekat sungai berpotensi dilanda banjir. Situasi makin parah karena aktivitas pembalakan liar masih beroperasi dan luput dari perhatian petugas. Seperti terjadi di Madina, banjir membawa potongan balok kayu, menunjukkan ada aktivitas ilegal di sana.Mereka yang di pegunungan berada di bayang-bayang bencana longsor. Betapa berbahayanya melintas di jalan yang tiba-tiba ada longsor. Saat ini saja, lalulintas harus melambat karena badan jalan longsor di kawasan Medan-Berastagi. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sendiri telah menerbitkan surat edaran berisi tentang peringatan dini cuaca ekstrem untuk seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Bupati dan wali kota diminta melakukan sejumlah langkah, di antaranya menyosialisasikan kesiapsiagaan dan antisipasi banjir dan longsor kepada masyarakat. Sumber daya perangkat daerah, masyarakat, dan dunia usaha harus siaga untuk mengantisipasi potensi banjir atau longsor.Pemerintah daerah mesti menata kembali wilayah permukiman, pertanian, dan bangunan yang berada pada lokasi rawan. Penataan itu tetap harus memedomani Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), serta mengendalikan izin mendirikan bangunan sesuai Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Selain itu harus tersedia anggaran untuk kepentingan mitigasi, kesiapsiagaan, peringatan dini dan kedaruratan penanggulangan bencana pada masing-masing daerah.Peringatan dan imbauan ini masih tetap relevan sebab hujan masih terus mengguyur setiap hari. Musim hujan harus tetap siaga. Bukan hanya aparat dan pemerintah saja, warga mesti meningkatkan kewaspadaan. (**)