Mulai hari ini, Sabtu 15 Februari 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan sensus penduduk secara online. Pada tahap ini masyarakat dapat berpartisipasi langsung mengisi daftar pertanyaan secara online. Metode ini akan berlangsung hingga 31 Maret mendatang. Metode offline dengan mendatangi warga ke rumah dilakukan pada Juli 2020.
Setiap 10 tahun sekali, Indonesia melakukan sensus penduduk. Tujuannya menghasilkan data kependudukan yang lengkap, akurat, terkini, dan menyeluruh. Data hasil sensus penduduk akan menjadi database yang digunakan pemerintah dalam mengambil suatu kebijakan tentang masalah kependudukan.
Sejarah mencatat untuk pertama kalinya sensus penduduk yang mencakup wilayah Indonesia dilaksanakan pada 1930. Sensus penduduk di Indonesia dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, pelaksanaannya dilakukan pada tahun yang berakhiran nol. Pelaksanaan sensus penduduk sejak Indonesia merdeka telah dilakukan pada tahun 1945, 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010.
Berbeda dengan sensus penduduk sebelumnya yang menggunakan metoda konvensional. Sensus Penduduk 2020 menggunakan Metoda Kombinasi (Combine Method). BPS menggunakan data administrasi kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil sebagai basis data dasar yang kemudian dilengkapi pada pelaksanaan sensus.
Kita mengapresiasi pendataan secara online, sebab sudah mengakomodasi perkembangan zaman. Belajar dari sistem pelaporan pajak tahunan yang menggunakan sistem yang sama, ternyata mayoritas sudah secara online. Hanya orang tertentu yang masih menggunakan cara manual, dengan melapor secara langsung.
Pola serupa diprediksi akan terjadi dalam sensus penduduk ini. Hanya sosialisasinya perlu gencar melalui media massa dan sosial. Sebab umumnya warga Indonesia mendapatkan informasi dari dua saluran tersebut.
Meski begitu, warga yang belum terbiasa online tetap akan dilayani. Mereka akan dijangkau secara manual dengan mendatangi ke rumah-rumah. Gabungan kedua metode ini diharapkan akan menghasilkan data yang lebih akurat.
BPS sebaiknya waspada terhadap kemungkinan server akan terganggu apabila ribuan orang sekaligus mengakses secara online. Persoalan ini memang teknis, tetapi bisa menjadi bumerang bagi pelaksanaan sensus. Sistem mesti dikawal 24 jam agar tidak mengecewakan warga yang ingin berpartisipasi.
Mari sukseskan sensus penduduk 2020 ini. Berikan data yang sebenarnya, meski belum ada pidananya bagi yang mengisi informasi yang tak akurat. Sebab data yang dikumpulkan sangat bermanfaat bagi masa depan bangsa ini dan akan digunakan dalam banyak hal.
Ketidakakuratan data penduduk bisa mengganggu jalannya pembangunan. Banyak program tergantung data yang disajikan BPS. Itu sebabnya sangat diharapkan kejujuran dan keseriusan dari warga dalam mengikuti sensus penduduk 2020 ini. (**)