Usai Paslon, Saatnya Semua "Berpasangan"

Redaksi - Jumat, 11 Desember 2020 11:27 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2020/12/_765_Usai-Paslon--Saatnya-Semua--quot-Berpasangan-quot-.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Foto Istimewa
ilustrasi pilkada.

Pilkada serentak di 270 daerah berlangsung aman, Rabu (9/12). Meskipun pemenang berdasarkan perhitungan cepat (quick count) beberapa lembaga survei yang kredibel telah beredar luas lewat media online dan media sosial, itu belum menjamin untuk ditetapkan menjadi calon terpilih dan pemenang.

Para calon yang dinyatakan menang secara quick count (QC) wajar-wajar saja meluapkan kegembiraannya. Apalagi dari pengalaman Pemilu sebelum-sebelumnya, baik pemilihan presiden, gubernur dan bupati/wali kota, hasil QC lembaga-lembaga survei itu sangat jarang meleset.

Mengutip pernyataan Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution bahwa setelah Pilkada, tidak ada lagi istilah nomor 01 atau 02, semua harus bersatu membangun Kota Medan, hal ini tentu berlaku untuk semua daerah yang ikut Pilkada serentak. Sehingga para pendukung paslon yang merasa sudah menang tidak perlu melakukan selebrasi berlebihan (euforia). Jangan larut dalam euforia yang bisa menyakiti hati dan perasaan para pendukung paslon lainnya. Sebaiknya tetaplah menunggu hasil real count hingga pleno penetapan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Perlu diingatkan, meskipun nantinya pemenang sudah ditetapkan KPU, para paslon yang merasa memiliki bukti-bukti adanya kecurangan, juga masih ada waktu melakukan gugatan ke pengadilan. Sehingga para pendukung para paslon harus tetap bersabar dan jangan sampai memancing emosi pendukung paslon yang kalah. Mari sama-sama menciptakan suasana kondusif dan merajut kembali silaturahmi.

Selain itu, bagi para pendukung juga perlu diingatkan bahwa Pilkada ini bukanlah untuk menimbulkan perpecahan maupun perseteruan. Kita harus mensyukuri bahwa negara menjunjung tinggi azas demokrasi, sehingga tidak memaksakan kehendak dalam menentukan kepala daerah. Namun perbedaan dalam pilihan harus dihargai dan jangan dijadikan sebagai bahan untuk saling mengejek dan saling merendahkan.

Bagi rakyat yang pilihannya menang, wajar bergembira dan bersyukur. Namun bagi yang pilihannya belum menang, tidak perlu kecewa. Saatnya semua “berpasangan” bergandeng tangan mendukung program kerja paslon yang terpilih benar-benar untuk kepentingan masyarakat.

Paslon terpilih akan menjadi pemimpin bersama, baik oleh rakyat yang memilihnya maupun yang tidak memilihnya. Itulah hakekat demokrasi, rakyatlah yang menjadi pemenang karena rakyatlah yang memilih langsung pemimpinnya.

Secara khusus dalam pemilihan paslon Wali Kota Medan yang merupakan Ibu Kota Provinsi Sumut, kita bersyukur berjalan aman dan lancar. Meskipun secara pasti belum diketahui persentasi peserta Pemilu yang ikut memilih, namun terlihat berjalan sesuai protokol kesehatan. Kesadaran masyarakat dalam menyalurkan aspirasinya dengan datang ke TPS dan menerapkan protokol kesehatan patut diapresiasi.

Sebagian besar rakyat kelihatannya menginginkan perubahan Kota Medan agar lebih baik dan maju ke depan. Hal ini terlihat dari hasil perhitungan cepat beberapa lembaga survei yang memenangkan paslon nomor urut 02 yaitu Bobby Nasution-Aulia Rahman. Rakyat tentu menunggu realisasi janji-janji dan program kerjanya yang sudah disampaikan dalam visi misinya, jika nanti telah ditetapkan sebagai pemenang. Harus diingatkan kembali bahwa janji itu adalah utang, sehingga jangan sampai hanya tebar pesona dan wacana.

Demikian halnya kepada Paslon nomor urut 01 Akhyar Nasution-Salman Alfarisi, tidak perlu kecewa. Jika memang suara yang diperoleh tidak mampu mengantarkannya jadi Wali Kota-Wakil Wali Kota Medan, maka mari bersama-sama mengkritisi wali kota terpilih agar Kota Medan lebih maju lagi.

Pembangunan dan perbaikan sejumlah infrastruktur di Kota Medan sudah sangat mendesak. Rakyat sudah terlalu lama merasakan penderitaan akibat banjir, jalan rusak, sampah dan perbaikan fasilitas umum lainnya. Segeralah berbenah, hindari korupsi dan gratifikasi. Kota Medan jangan sampai kalah lagi dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Rakyat pasti mendukung pemimpin yang bersih dan amanah. Jangan sampai ikut-ikutan dengan beberapa pemimpin sebelumnya di Medan yang harus mengakhiri jabatannya di “hotel prodeo” karena tidak bersih dan tidak amanah. (*)

Sumber
: Hariansib Edisi Cetak

Berita Terkait

Tajuk Rencana

Arus Balik, Jalan Besar Sidamanik Jurusan Sidamanik-Simarimbun Macet Total

Tajuk Rencana

Kasat Lantas Polres Batubara Turun Langsung Pantau Arus Lalu Lintas

Tajuk Rencana

Arus Balik, Jalinsum Balata -Tiga Dolok Macet

Tajuk Rencana

Syukuran Punguan Pasaribu Kota Medan Penuh Sukacita

Tajuk Rencana

H +3 Lebaran, Kendaraan Roda Empat Padati Jalinsum Aekkanopan

Tajuk Rencana

Tekan Kriminalitas saat Idul Fitri, Tim Samapta Polres Labuhanbatu Patroli di Pasar dan Titik-titik Rawan