IoT Control Center Cisco Dapat Kontrol Anomali Digital Akibat Kecerdasan Buatan

Redaksi - Minggu, 10 Maret 2024 13:50 WIB
(Foto: Ilustari Dok Aldi Desmet)
Konektivitas IoT: Platform manajemen konektivitas IoT dalam konektivitas IoT Connectivity+ XL Axiata. 
Barcelona (SIB)Cisco, perusahaan teknologi informasi dan jaringan komputer berbasis di Amerika Serikat, mengadopsi platform manajemen konektivitas Internet of Things (IoT) untuk mengontrol anomali digital akibat artificial intelligence (AI). Teknologi tersebut diformulasikan ke Indonesia via Produk IoT Connectivity+ XL Axiata.Kesepakatan antara Cisco dan XL Axiata untuk teknologi tersebut dilakukan kedua belah pihak di jeda Mobile World Congress di Barcelona, Sabtu (2/3). Platform manajemen konektivitas itu memerluas implementasi IoT dan membentuk dasar untuk implementasi IoT masa depan yang memanfaatkan konektivitas 5G untuk membawa bisnis bernilai tinggi ke pasar.Yessie D Yosetya, Director and Chief Enterprise Business and Corporate Affairs Officer PT XL Axiata, melalui keterangan tertulisnya mengatakan, masa depan industri digital Indonesia semakin tercerahkan kara pada 2028 diprediksi koneksi IoT tumbuh tiga kali lipat menjadi sekitar 404 juta pada tahun 2028, dengan koneksi seluler menyumbang seperempat dari angka tersebut.Dengan pengadopsian itu, platform yang dibawa XL Axiata ke Indonesia dilengkapi kemampuan deteksi anomali dengan AI yang secara proaktif dapat menemukan dan memberi peringatan kepada pengguna tentang masalah perangkat atau konektivitas guna meningkatkan keandalan layanan.Pada saat yang sama, keamanan end-to-end berkelas enterprise dalam platform akan membantu bisnis melindungi pengguna, perangkat dan infrastruktur. Pemantauan perangkat secara real-time dan fitur analisis juga memungkinkan bisnis untuk selalu berada satu langkah di depan jika terdapat penggunaan data atau konektivitas yang tidak biasa. Selain itu, pelanggan juga dapat lebih baik mengelola dan mengontrol biaya karena produk XL Axiata IoT Connectivity+ secara otomatis menyesuaikan paket layanan berdasarkan penggunaan dan konfigurasi yang ditentukan oleh pelanggan.Menurutnya, di Indonesia, manajemen IoT terus tumbuh secara eksponensial seiring dengan perwujudan visi kota pintar. “Pengelolaan konektivitas IoT seluler secara besar-besaran menjadi kunci untuk mewujudkan visi ini,” tambahnya.Masum Mir Senior Vice President and General Manager for Cisco Networking's Provider Mobility business, Cisco menyampaikan, inovasi kelas atas kepada pelanggan sehingga mereka dapat memanfaatkan secara penuh kemampuan dari setiap teknologi. “Dengan menggabungkan kemampuan jaringan seluler yang andal milik XL Axiata dengan IoT Control Center dari Cisco, kami bertekad untuk memajukan IoT di Indonesia, membuat layanan konektivitas IoT dapat diakses dengan mudah, aman, dan transformasional untuk semua jenis bisnis,” tutupnya. (**)


Tag:

Berita Terkait

Teknologi

Sekdaprov Sumut Dukung Program KPID 2026, Soroti Seleksi Anggota dan AI

Teknologi

Era AI Guncang Dunia Perbankan: DBS Pangkas 4.000 Posisi, Buka Babak Baru Transformasi Digital

Teknologi

Singapura Pamer Kapal Perang Berotak AI, Bisa Kendalikan Drone

Teknologi

Tanjungbalai Luncurkan Program “AI Power City”, Dorong Transformasi Pemerintahan Berbasis Kecerdasan Buatan

Teknologi

Inovatif, Seluruh Produk Terbaru LG Kini Berbasis AI

Teknologi

XLSmart Perluas Jaringan di Sumatera, Dukung Transformasi Digital Indonesia