Tanpa Sopir, Mobil Google Cuma Tabrakan 11 Kali

- Kamis, 21 Mei 2015 22:46 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/05/hariansib_Tanpa-Sopir--Mobil-Google-Cuma-Tabrakan-11-Kali.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Mobil Google tanpa sopir.
Sudah enam tahun berlalu sejak Google menjalankan proyek mobil tanpa pengemudi. Setelah lebih dari 2,7 juta kilometer pengujian di jalan, raksasa internet itu mengklaim mobil buatannya hanya mengalami kecelakaan ringan sebanyak 11 kali.Soal kecelakaan memang jadi perhatian penting dalam pengembangan mobil tanpa sopir ini. Pasalnya, ide pokok pengembangan teknologi tersebut adalah untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas yang dipicu oleh keteledoran berkendara."Selama lebih dari enam tahun sejak memulai proyek ini, kami hanya mengalami 11 kali kecelakaan kecil (kerusakan ringan, tanpa ada cidera). Dan tak satu pun kecelakaan tersebut disebabkan oleh mobil tanpa sopir," klaim Director of Google Self-driving Car Programs Chris Urmson dalam tulisannya di blog Medium.Soal kecelakaan kecil itu, Urmson menceritakan bahwa mobil tanpa awak itu sempat ditubruk dari belakang sekitar tujuh kali, tergesek oleh mobil lain dari samping atau tidak sengaja ditabrak oleh mobil yang telat mengerem saat lampu lalu lintas menyala merah.Google memang membekali mobil tanpa sopir ini dengan sejumlah kamera dan sensor, fungsinya utamanya untuk memindai jalanan dan hambatan di jalurnya. Urmson mengungkap sensor pada mobil tanpa awak ini antara lain berupa pandangan 360 derajat, detektor yang 100 persen tersebar ke seluruh arah hingga sensor untuk melacak posisi kendaraan lain, pesepeda, dan para pejalan kaki yang berada dalam rentang hampir dua kali lapangan sepakbola (sekitar 200 meter)."Tapi bahkan ketika piranti lunak dan sendor kami bisa mendeteksi situsi-situasi sulit dan bertindak lebih cepat dari reaksi manusia, adakalanya mobil kami tidak mampu menanganinya disebabkan faktor kecepatan dan jarak. Kadang tabrakan justru terjadi saat mengantre di lampu pengatur lalu lintas," pungkas Urmson.Seperti KompasTekno kutip dari Associated Press, Selasa, tingkat kecelakaan tersebut masih berupa cerita dari Google sendiri. Belum ada pihak berwenang yang merilis detil setiap kecelakaan.Privacy Project Director di Consumer Watchdog, John Simpson berkomentar bahwa Google mesti lebih transparan soal data kecelakaan yang diklaimnya itu. Simpson merasa Google bisa saja akan membuat mobil tanpa kemudi atau pedal dan penggunanya tidak bisa akan bisa ikut campur bila terjadi kecelakaan. Atas asumsi itu, transpransi soal data kecelakaan diperlukan karena akan membuka wawasan pengguna mengenai mobil tanpa awak yang dapat mereka kendarai. (Kps.com/h)


Tag:

Berita Terkait

Teknologi

PT Sumo Tolak Tudingan Pihaknya Menyebabkan Kebocoran PAD Medan dari Sektor Reklame

Teknologi

Cadenazzi Borong Dua Gol, PSMS Hajar Sumsel United

Teknologi

Sapa Warga di Bantaran Sungai Babura, Rico Waas Tegaskan Komitmen Respons Cepat dan Tepat Sasaran

Teknologi

Pemko Medan Luncurkan PKH Adil Makmur Bantu Warga Kurang Mampu

Teknologi

Jamintel Kejagung Paparkan Pengawasan DD, Ini Respon Bupati Labura

Teknologi

Tujuh Rumuh di Desa Kutabangun Karo, Diterjang Angin Puting Beliung