Warsito, Penemu Mesin Pemindai Kanker Dapat Habibie Award

- Kamis, 27 Agustus 2015 14:13 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/08/hariansib.com): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memberikan penghargaan B.J. Habibie Technology Award 2015 kepada Warsito Purwo Taruno. Penghargaan ini diberikan pada Kamis, 20 Agustus 2015."Dia meraih penghargaan ini karena temuannya kreaktif, efisien, efektif, memberi nilai tambah dan manfaat. Tidak hanya sebatas paper, tapi produknya bisa dipakai oleh masyarakat," kata Kepala BPPT Unggul Priyanto di gedung BPPT, Jakarta Pusat.Warsito adalah pendiri dan CEO CTECH Labs EdWar Technology. Doktor lulusan Teknik Elektro Shizouka University Jepang itu dinilai telah melahirkan inovasi sistem pemindai berbasis medan listrik statis yang diaplikasikan dalam dunia industri dan medis.Teknologi yang ditemukan dan dikembangkan oleh Warsito kini telah dikenal di dunia internasional dan dipakai di berbagai negara seperti di Jepang, Amerika Serikat, Arab Saudi dan Malaysia.Teknologi yang dikembangkan Warsito disebut Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT), yang mempunyai konsep berbeda dengan tomografi konvensional seperti CT-Scan dan MRI.Bila tomografi konvensional menggunakan prinsip pemindaian tertutup atau obyek harus diletakkan di ruang tertutup dikelilingi oleh sensor-sensor pemindai, ECVT memakai konsep pemindaian terbuka. Obyek tidak harus diletakkan di ruang tertutup, melainkan bisa diletakkan di mana saja.Dengan konsep ECVT, pemindaian obyek di dinding luar pesawat ulang-ulang bisa dilakukan dari dalam pesawat seperti yang dilakukan NASA. ECVT ini memungkinkan memindai kanker payudara dan otak serta aktifitas otak manusia dengan sensor berbentuk cup atau helm.Teknologi ini juga bisa digunakan dalam bidang proses kimia yakni teknologi piranti lunak untuk komputasi aliran fluida di dalam reaktor kimia yang diolah dari citra 4D (empat dimensi) yang dihasilkan oleh ECVT.Lewat alat ini bisa didapatkan citra distribusi 4D kecepatan partikel dan gas di dalam reaktor secara riil yang selama ini hanya mampu dilakukan dengan simulasi super komputer.Menurut Warsito, ECVT mampu melacak partikel bergerak secara simultan berkecepatan sangat tinggi dalam mesin reaktor. ECVT juga dipakai oleh Morgantown National Energy Technology Laboratory milik Departemen Energi Amerika untuk mengembangkan generasi baru generator listrik. (Tempo.co/k)


Tag:

Berita Terkait

Teknologi

PT Sumo Tolak Tudingan Pihaknya Menyebabkan Kebocoran PAD Medan dari Sektor Reklame

Teknologi

Cadenazzi Borong Dua Gol, PSMS Hajar Sumsel United

Teknologi

Sapa Warga di Bantaran Sungai Babura, Rico Waas Tegaskan Komitmen Respons Cepat dan Tepat Sasaran

Teknologi

Pemko Medan Luncurkan PKH Adil Makmur Bantu Warga Kurang Mampu

Teknologi

Jamintel Kejagung Paparkan Pengawasan DD, Ini Respon Bupati Labura

Teknologi

Tujuh Rumuh di Desa Kutabangun Karo, Diterjang Angin Puting Beliung