Partikel Hantu Ditemukan di Kutub Selatan

- Kamis, 27 Agustus 2015 14:16 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2015/08/hariansib_-Partikel-Hantu-Ditemukan-di-Kutub-Selatan--.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Lustrasi neutrino, partikel hantu, yang terdapat di bawah inti bumi. Catalystyogi
Sekelompok peneliti di IceCube Observatory di Antartika berhasil menangkap hantu. Namun bukan hantu yang menyeramkan seperti orang kira sebelumnya, melainkan partikel yang tak memiliki berat dari dalam bumi yang melesat keluar ke Galaksi Bima Sakti. Namanya: Neutrino.Albrecht Karle, profesor astrofisika di University of Wisconsin-Madison yang memimpin studi, mengatakan penemuan neutrino kosmik ini bukan hanya menegaskan keberadaan mereka. "Juga, dapat mengungkap asal-usul sinar kosmik," tulisnya dalam jurnal Physical Review Letters edisi 20 Agustus 2015.Neutrino hampir tak memiliki massa dan tenaga, sehingga bisa dengan mudah bolak-balik melewati cahaya, menembus galaksi. Partikel yang masih sulit dipahami ini, tulis para peneliti, berasal dari sumber energi tinggi. Yakni, ledakan bintang, lubang hitam, dan lubang inti galaksi.Meskipun partikel hantu ini tidak banyak berinteraksi dengan materi, terkadang salah satu dari mereka mengenai inti atom di bumi. Saat itu terjadi, neutrino menghasilkan partikel lain yang disebut moun.Saat proses itulah para peneliti di IceCube Observatory menemukan partikel hantu ini. "Saat moun bergerak lebih cepat dari kecepatan cahaya dalam benda padat, dalam hal ini es, yang kemudian menghasilkan gelombang cahaya," kata Karle. Gelombang cahaya tersebut diberi nama gelombang radiasi Cherenkov."Kami juga menemukan jalur neutrino," dia menambahkan. Jalur tersebut berada dalam jalur konstan di ruang hampa, yang kecepatannya lebih lambat. Sederhananya, tim peneliti menemukannya saat neutrino membias pada es atau kaca.Dalam usaha mencari partikel hantu, para peneliti menggali 86 lubang sedalam 2.500 meter di bawah permukaan bumi di pulau es dekat Kutub Selatan. Mesin penggali ini dilengkapi dengan detektor yang dapat mencari cahaya hasil pembiasan partikel energi tinggi di sekitar es.Sebelumnya, pada 2013, para peneliti IceCube menemukan neutrino di luar Bima Sakti, tapi belum terkonfirmasi dari sumber utama partikel hantu tersebut. Usaha pencarian ini berujung pada hipotesis bahwa sumber neutrino yang paling mungkin adalah bumi. (Tempo.co/k)


Tag:

Berita Terkait

Teknologi

PT Sumo Tolak Tudingan Pihaknya Menyebabkan Kebocoran PAD Medan dari Sektor Reklame

Teknologi

Cadenazzi Borong Dua Gol, PSMS Hajar Sumsel United

Teknologi

Sapa Warga di Bantaran Sungai Babura, Rico Waas Tegaskan Komitmen Respons Cepat dan Tepat Sasaran

Teknologi

Pemko Medan Luncurkan PKH Adil Makmur Bantu Warga Kurang Mampu

Teknologi

Jamintel Kejagung Paparkan Pengawasan DD, Ini Respon Bupati Labura

Teknologi

Tujuh Rumuh di Desa Kutabangun Karo, Diterjang Angin Puting Beliung