Padangsidimpuan (harianSlB.com)Bibelvrow ME Sianturi mengatakan bahwa remaja dan
naposo bulung sebagai generasi muda gereja harus merubah mindset dari penakut menjadi petarung dan generasi emas yang unggul.
Hal itu dikatakannya dalam khotbah pada perayaan Natal Remaja dan Naposo Bulung di gereja HKBP resort Habinsaran Padangsidimpuan, Sabtu malam (21/12/2024).
Perayaan Natal Remaja dan Naposo Bulung HKBP Habinsaran Padangsidimpuan berlangsung khidmat dihadiri tamu dan undang dari remaja/naposo gereja tetangga.
Seluruh rangkaian acara dikemas dengan rapi oleh panitia, mulai penyampaian kata sambutan, penyalaan lilin, liturgi, drama kelahiran Yesus dan pemberian bingkisan.
LITURGI : Penyampaian Liturgi oleh M br Sirait (pegang mike) jemaat utusan dari masing-masing wek pada perayaan Natal Ama dan Ina di Gereja
HKBP Habinsaran Padangsidimpuan, Minggu (22/12/2024). (Foto SNN : Nimrot Siregar)
Tema Natal Remaja dan Naposo Bulung kali ini diambil dari Yesaya 60 : 1 yang pada intinya menginginkan agar remaja dan naposo bulung atau generasi muda harus bersinar unggul di setiap bidang sendi kehidupan.
Pada kesempatan itu Bibelvrow E Sianturi juga mengingatkan agar generasi muda siap menghadapi tantangan dengan persaingan yang sangat ketat.
Remaja Naposobulung merupakan perpanjangan tangan Tuhan menyebarkan ajaran Kristus di tengah-tengah gereja dan masyarakat. Dalam hal ini harus siapkan diri menghadapi segala macam corak tantangan.
NATAL KAUM BAPAK DAN IBUSementara pada Minggu sore (22/12/2024) perayaan Natal Ama dan Ina (kaum Bapak dan Ibu) dilaksanakan di Gereja HKBP Habinsaran dipandu pembawa acara Tiarlina Sipayung dengan menampilkan pengkhotbah Pdt Lunard Siregar Pendeta Resort HKBP Habinsaran.
NATAL AMA DAN INA : Pendeta Resort
HKBP Habinsaran Padangsidimpuan Pdt L Siregar sedang berkhotbah pada perayaan Natal Ama dan Ina (Bapak dan Ibu) di gereja
HKBP Habinsaran, Minggu (22/11/2024). (Foto SNN: Nimrot Siregar)Dalam Natal Ama dan Ina kali ini mengambil tema :1 Korintus 1 : 30 , Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.
Berbagai koor ditampilkan maupun liturgi yang kesemuanya menceritakan tentang kelahiran Yesus Kristus sebagai penebus dosa umat manusia. (*)