10 Kota Toleran Terbaik dan Terpuruk di Indonesia Versi Setara Institute

Redaksi - Rabu, 30 Maret 2022 22:14 WIB
(Foto: harianSIB.com/Victor Ambarita)
Foto bersama perwakilan 10 kota paling toleran yang menerima penghargaan Indeks Kota Toleran (IKT) Award 2021 yang digelar Setara Institute, di Hotel Ashley, Jakarta, Rabu (30/3/2022).

Jakarta (harianSIB.com)

Setara institute menggelar peluncuran dan penghargaan Indeks Kota Toleran (IKT) Award 2021, di Hotel Ashley, Jakarta, Rabu (30/3/2022). Hasil pengukuran yang dilakukan Setara, 10 Kota Toleran yang mendapatkan skor tertinggi adalah:

1. Kota Singkawang

2. Kota Manado

3. Kota Salatiga

4. Kota Kupang

5. Kota Tomohon

6. Kota Magelang

7. Kota Ambon

8. Kota Bekasi

9. Kota Surakarta

10. Kota Kediri

Sedangkan 10 kota dengan skor toleransi terendah adalah:

85. Makassar

86. Pekanbaru

87. Padang

88. Padang Panjang

89. Sabang

90. Langsa

91. Pariaman

92. Cilegon

93. Banda Aceh

94. Depok

Direktur Riset Setara, Halili Hasan menjelaskan laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2021 merupakan hasil pengukuran yang dilakukan Setara Institute untuk mempromosikan praktik-praktik toleransi terbaik kota-kota di Indonesia. IKT 2021 merupakan laporan kelima Setara Institute sejak tahun 2015, 2017, 2018 dan 2020.

“IKT ditujukan untuk memberikan baseline dan status kinerja pemerintah kota dalam mengelola kerukunan, toleransi, wawasan kebangsaan dan inklusi sosial. Baseline ini akan menjadi pengetahuan bagi masyarakat dan dunia tentang kondisi toleransi di 94 kota di Indonesia,” urai dia.

Menurut Halili, pengukuran yang dilakukan Setara Institute dalam IKT mengombinasikan paradigma hak konstitusional warga, sesuai jaminan konstitusi dan HAM sesuai standar hukum HAM internasional, khususnya hak sipil dan politik.

Studi ini, lanjut dia, ditujukan untuk mempromosikan pembangunan dan pembinaan ruang-ruang toleransi di kota yang dilakukan oleh pemerintah kota setempat dan/atau didukung serta berkolaborasi bersama elemen masyarakat secara umum.

“Obyek kajian IKT adalah 94 kota dari total 98 kota di seluruh Indonesia. Empat kota yang dieliminir merupakan kota-kota administrasi di DKI Jakarta yang digabungkan menjadi 1 DKI Jakarta,” bebernya.

Halili mengatakan studi tersebut menetapkan empat variabel dengan delapan indikator sebagai alat ukur, yakni regulasi pemerintah kota, tindakan pemerintah, regulasi sosial dan demografi agama. (*)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Nasional

GAMKI Sumut Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan di Tengah Ancaman Intoleransi

Nasional

SETARA: Perundungan Beda Suku dan Agama di SD Inhu Langgar Berat Hak Anak

Nasional

SETARA Institute Luncurkan Desain Transformasi Polri untuk Mendukung Visi Indonesia 2045

Nasional

SETARA Institute: 329 Pelanggaran Kebebasan Beragama/Berkeyakinan Sepanjang 2023

Nasional

SETARA: RUU Penyiaran Ancam Kebebasan Berekspresi dan Hak atas Informasi

Nasional

Setara Institute-INFID: Skor Indeks HAM Tahun 2023 Turun Jadi 3,2