Jakarta (harianSIB.com)Yayasan Komunikasi Indonesia (YKI) menggelar acara penuh makna bertajuk Ibadah Syukur dan Menyambut Natal, di Kantor Pusat
YKI, Matraman 10, Jakarta, Jumat malam (13/12/2024). Acara ini diadakan untuk merayakan tugas dan pelayanan
Maruarar Sirait sebagai
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Dalam sambutannya, Maruarar Sirait menyampaikan apresiasinya atas kebersamaan yang terus terjalin di YKI, meski dalam perbedaan pilihan politik.
"Tempat ini penuh kenangan. Pak Jokowi, Pak Ahok, semua pernah datang ke sini. Mungkin tinggal waktunya Pak Prabowo datang," katanya disambut tepuk tangan riuh para hadirin.
Maruarar, yang kini bergabung dengan Partai Gerindra, menekankan pentingnya menghormati perbedaan politik sebagai bagian dari demokrasi. Ia mengajak semua pihak untuk terus menjaga persatuan meski terkadang berada di kubu politik yang berbeda.
"Ada waktunya kita menang, ada waktunya kita kalah. Tapi kita tetap bersatu dalam keluarga besar Yayasan Komunikasi," tuturnya dengan penuh semangat.
Ketua Yayasan Komunikasi Indonesia, Bernard Nainggolan, mengungkapkan rasa bangga atas kiprah Maruarar Sirait sebagai menteri. Ia menyebut momen ini sebagai bukti bahwa perjuangan YKI telah menghasilkan pemimpin yang melayani bangsa.
"Bang Sabam Sirait pasti bangga melihat anaknya kini melayani negara," ujarnya haru, merujuk pada ayahanda Maruarar yang juga tokoh nasional.
Bernard juga menyoroti tantangan demokrasi yang tengah dihadapi Indonesia. "Pasca-reformasi, masih banyak pergumulan yang kita hadapi. Tugas Ara sebagai menteri tentu berat, tetapi kita yakin dia akan membawa perubahan," tambahnya.
Pengurus YKI lainnya, John Pieter Nainggolan menambahkan, "Selamat kepada Bung Maruarar Sirati telah menjadi Menteri Perumahan Rakyat dan Pemukiman, kiranya Tuhan memberkati seluruh pekerjaannya."
Ibadah syukur dipimpin oleh Pendeta Albertus Patty, yang membawakan khotbah dari tema Natal PGI dan KWI, "Marilah Kita ke Betlehem". Dalam khotbahnya, ia menekankan makna kedatangan Yesus Kristus sebagai Raja Damai yang mencintai semua manusia tanpa memandang status sosial, etnis, atau agama.
"Kehadiran Yesus mengingatkan kita untuk menghargai kemanusiaan dan memperjuangkan mereka yang terpinggirkan," ujar Pdt. Albertus.