Jakarta (harianSIB.com)Direktur Utama
PT Freeport Indonesia (PTFI),
Tony Wenas, mengungkapkan bahwa pembangunan fasilitas
pengolahan dan pemurnian (
smelter)
tembaga di Manyar,
Gresik, Jawa Timur, dilakukan tanpa utang atau
zero debt.
Padahal, nilai investasi untuk smelter single line terbesar di dunia ini hampir mencapai US$4 miliar.
Tony sebelumnya menyatakan bahwa proyek pengembangan hilirisasi ini tidak melibatkan skema green financing. Namun, ia menegaskan bahwa pendanaan pembangunan smelter dilakukan tanpa berutang.
"Nyaris zero debt, tidak ada utang. Pembangunan smelter hampir US$4 miliar ini merupakan investasi di dalam negeri yang memberikan multiplier effect besar," ujar Tony Wenas dalam ESG Sustainability Forum 2025 CNBC Indonesia, Jumat (31/1/2025), dikutip dari CNBC Indonesia.
Lebih lanjut, Tony menjelaskan bahwa dalam pembiayaan proyek senilai hampir US$4 miliar ini, sekitar 90% pertanyaan dari investor lebih banyak berfokus pada aspek ESG (Environmental, Social, and Governance), bukan sekadar pendapatan atau produksi.
"Mereka sudah bisa menghitung pendapatan dan produksi. Tapi 90% pertanyaan yang diajukan sangat detail terkait ESG, dan hampir seluruh investor menanyakannya," ungkapnya.(*)