BMKG Peringatkan Potensi Ancaman Gempa-Tsunami saat Mudik Lebaran

Redaksi - Minggu, 30 Maret 2025 17:00 WIB
Foto: Istockphoto/johnnorth
Ilustrasi. Warga diminta tetap mewaspadai potensi bencana saat momen libur Lebaran Idulfitri 2025/1446 Hijriah.
Jakarta (harianSIB.com)

Warga diminta tetap mewaspadai potensi bencana gempa dan tsunami saat momen libur Lebaran Idulfitri 2025/1446 Hijriah. Simak penjelasannya.

Menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bencana gempa hingga tsunami beberapa kali terjadi saat musim libur hari raya, termasuk lebaran Idulfitri.

"Sejarah gempa BMKG mencatat bahwa setidaknya ada 13 kejadian gempa dan tsunami merusak yang pernah terjadi selama periode perayaan hari raya dan liburan," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/3/2025) dikutip CNNIndonesia.com

Lebih lanjut, menurut Daryono, permasalahan yang dihadapi para pemudik pengguna moda transportasi darat meliputi kondisi spesifik wilayah, seperti geografi, geologi, serta risiko bencana gempa dan tsunami.

Apalagi, wilayah Indonesia merupakan kawasan rawan gempa. Menurut Pusgen (2024), terdapat 14 segmen sumber gempa subduksi/megathrust dan 402 segmen sumber gempa sesar aktif. Gempa dan tsunami merupakan proses alam yang hingga saat ini kejadiannya belum dapat diprediksi sehingga dapat terjadi kapan saja.

Lebih lanjut, arus mudik lebaran tahun ini diprediksi akan meningkat. Moda transportasi darat mendominasi perjalanan pemudik menuju daerah rawan gempa, seperti Pulau Jawa yang memiliki 25 segmen sesar, zona Bali dan Nusa Tenggara yang memiliki 49 segmen sesar, serta zona Sumatra yang memiliki 56 segmen sesar.

Sebagai upaya pengurangan risiko bencana gempa dan tsunami, pemudik perlu memperoleh pembekalan pengetahuan mitigasi. Setidaknya ada sembilan hal penting yang perlu dipahami oleh pemudik sebagai upaya kesiapsiagaan terhadap potensi gempa dan tsunami di jalur transportasi darat selama libur Lebaran, yaitu:

1. Gempa kuat dapat memicu rekahan permukaan (surface rupture) jalan raya akibat pergeseran tiba-tiba jalur sesar aktif. Pemudik perlu mengenali sebaran sesar aktif di sepanjang jalur mudik.

2. Jalan raya juga dapat terbelah (ground failure) akibat tanah lunak yang berguncang kuat saat gempa. Pemudik perlu berhati-hati jika terus melanjutkan perjalanan atau mencari jalur mudik alternatif.

3. Gempa kuat dapat memicu terjadinya likuefaksi di jalan raya. Pemudik perlu mengenali zona rawan likuefaksi di sepanjang jalur mudik.

4. Guncangan gempa di jalan raya saat rombongan kendaraan berjalan beriringan berpotensi menyebabkan tabrakan atau benturan antarkendaraan. Pemudik harus selalu mempertahankan jarak aman antar kendaraan.


Editor
: Wilfred Manullang

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Untuk Mudik Lebaran 2026, KAI Divre I Sumut Sediakan 5.616 Tempat Duduk Per Hari

Nasional

BMKG Peringatkan Waspada Cuaca Ekstrem di Aceh-Sumut

Nasional

Polrestabes Medan Jaga Rumah Warga yang Ditinggal Mudik Lebaran

Nasional

Kabag Ops Polres Belawan Cek Kesiapan Pos Pengamanan Operasi Ketupat Toba 2025

Nasional

Polsek Teluk Nibung Gelar Edukasi Keselamatan Saat Mudik Lebaran

Nasional

Waka MPR Dorong Pemda Manfaatkan Peluang dari Momentum Mudik Lebaran