Jakarta
(harianSIB.com)Dunia berisiko terjerumus ke dalam
resesi akibat
kebijakan tarif
impor baru yang direncanakan oleh Presiden Amerika Serikat (AS)
Donald Trump. Peringatan ini disampaikan oleh
JPMorgan dalam laporan terbarunya pada Kamis (3/4/2025).
Apabila tarif tersebut benar-benar diberlakukan yakni tarif dasar sebesar 10% mulai 5 April dan tarif lebih tinggi untuk sejumlah negara mulai 9 April maka potensi terjadinya resesi global diperkirakan meningkat dari 40% menjadi 60%.
Dilansir dari CNBC Indonesia, laporan JPMorgan menyoroti kekhawatiran akan dampak ekonomi lanjutan, termasuk potensi aksi balasan dari negara mitra dagang, terganggunya rantai pasokan global, serta menurunnya kepercayaan pelaku bisnis.
Bank tersebut juga memperingatkan bahwa pembatasan perdagangan yang terus berlangsung serta pengurangan imigrasi dapat menciptakan tekanan jangka panjang di sisi pasokan, yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi AS.
Meski begitu, JPMorgan mencatat bahwa secara fundamental, perekonomian AS dan global masih berada dalam kondisi yang cukup solid. Hal ini diharapkan dapat meredam sebagian dampak negatif, sambil menunggu arah kebijakan selanjutnya.
Kenaikan tarif diperkirakan akan menyumbang sekitar 2,2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), serta mendorong indeks harga konsumen naik hampir 2%.
Editor
: Robert Banjarnahor