LABB Jawa Barat Segera Terbentuk, Sumatera Utara Menyusul

Victor R Ambarita - Jumat, 27 Juni 2025 16:44 WIB
Foto: Dok/LABB
Foto bersama usai Perwakilan Dewan Mangaraja dan DPP LABB mengadakan pertemuan guna pembentukan LABB Daerah Jawa Barat yang digelar di Bandung, Rabu, (25/6/2025).
Jakarta (harianSIB.com)

Angin segar berembus di tengah upaya pelestarian adat dan budaya Batak. Lembaga (Lokus) Adat Budaya Batak (LABB) menunjukkan keseriusan dalam menjalankan mandat Munas I dengan segera membentuk LABB Daerah di berbagai provinsi.

Jawa Barat menjadi pijakan awal yang signifikan, disusul kemudian oleh Sumatera Utara, sebagai langkah strategis dalam menghadirkan pedoman praktik adat istiadat yang efektif dan efisien bagi Bangso Batak.

Pembentukan LABB Daerah ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk memastikan adat dan budaya Batak tetap relevan serta dapat diterima oleh generasi muda.

Sebagaimana termaktub dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) LABB, program kerja ini menjadi prioritas utama.

"Ini adalah langkah fundamental," ujar Drs. Martua Situngkir, Ak, Ketua Tim Adhoc Pembentukan LABB Daerah, dalam sebuah wawancara eksklusif kepada Jurnalis SNN di Jakarta, Kamis (26/6/2025).

"Kita ingin adat Batak tidak hanya lestari, tapi juga hidup dan bernapas seiring perkembangan zaman, tanpa kehilangan esensinya," tambahnya.

Rombongan LABB yang dipimpin oleh Martua Situngkir tiba di Bandung, Rabu, (25/6/2025). Kunjungan ini merupakan puncak dari serangkaian koordinasi yang telah dilakukan oleh Wakil Ketua Tim Adhoc, St. Ir. Monang Sirumapea, MM dengan berbagai marga Batak di Jawa Barat.

Pertemuan bersejarah ini dihadiri oleh 30 perwakilan dari berbagai marga, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap inisiatif LABB. Ada 15 marga yang hadir yakni Siregar, Nainggolan, Rajagukguk, Sihombing, Siringo Ringo, Simarmata, Situmorang, Sitohang, Situmeang, Situngkir, Sirumapea, Manalu, Sipayung, Lumbangaol dan Marbun.

Kehadiran perwakilan marga-marga ini menjadi indikasi kuat bahwa semangat persatuan untuk melestarikan adat Batak terus membara.

Dalam rombongan LABB, turut hadir pula tokoh-tokoh penting seperti Nasib Simarmata SH MSi selaku Ketua Umum DPP LABB Bernard Siregar sebagai Wakil Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi DM LABB; Sepri Situmeang, S.Pi., M.M., sebagai Sekretaris Jenderal DM LABB; dan Fruddin Nainggolan, SE sebagai Wakil Bendahara Umum DPP LABB.

"Pertemuan di Bandung ini adalah bukti nyata komitmen kita untuk merangkul seluruh Bangso Batak, dimanapun mereka berada," kata Martua, "Kolaborasi antar-marga adalah kunci. Dengan dukungan yang begitu besar, saya yakin kita akan segera memiliki LABB Daerah Jawa Barat yang solid."

*Ruhut-ruhut Paradaton Batak Toba*

Salah satu pilar penting dalam visi dan misi LABB adalah menghadirkan standar pedoman praktik adat istiadat yang efektif dan efisien bagi Bangso Batak.

Penerbitan Buku Ruhut-ruhut Paradaton Batak Toba menjadi landasan utama. Buku ini diharapkan menjadi referensi bagi seluruh marga dalam menyepakati dan menyamakan tata cara pelaksanaan acara adat, sehingga adat budaya Batak dapat beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan kemuliaan dan nilai-nilai luhurnya.

"Buku Ruhut-ruhut Paradaton Batak Toba adalah jembatan kita menuju keselarasan," jelas Martua, "Ini bukan tentang menyeragamkan, tetapi tentang memiliki acuan bersama agar praktik adat kita bisa lebih terstruktur, efisien, dan tetap relevan bagi generasi mendatang."

Dari rapat di Bandung, telah diputuskan caretaker yang akan menerima Surat Mandat dari LABB. Caretaker ini akan bertugas mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan pembentukan LABB Daerah kepada seluruh marga di Provinsi Jawa Barat, serta menyusun kepengurusan definitif.

Johnson Siregar telah dipercayakan sebagai Koordinator Caretaker, dan akan dibantu oleh Wakil Koordinator dari perwakilan marga-marga yang hadir.

*Setelah Jawa Barat, Sumatera Utara Menanti

Setelah pembentukan LABB Daerah Provinsi Jawa Barat rampung, perhatian akan beralih ke Sumatera Utara. Provinsi ini, sebagai "tanah leluhur" bagi Bangso Batak, memegang peranan krusial dalam upaya pelestarian dan pengembangan adat budaya Batak.

Pembentukan LABB Daerah di sana diharapkan akan memperkuat fondasi kebudayaan dan adat istiadat Batak di pusatnya.

"Jawa Barat adalah permulaan yang baik, namun Sumatera Utara adalah prioritas berikutnya. Ini adalah jantung budaya Batak," ujar Martua.

"Kami ingin memastikan bahwa prinsip-prinsip AD/ART LABB dapat diterapkan secara luas, sehingga adat Batak tetap lestari dan relevan di mana pun Bangso Batak berada," tandasnya.

Pertemuan di Bandung juga menjadi ajang sosialisasi menyeluruh mengenai LABB, visi dan misi, serta Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) LABB. Ini memastikan bahwa setiap perwakilan marga memiliki pemahaman yang komprehensif tentang tujuan dan cara kerja lembaga ini.

Dengan langkah-langkah progresif ini, LABB berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan adat dan budaya Batak untuk generasi mendatang.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Fadli Zon Tinjau Cagar Budaya di Samosir, Dorong Huta Simarmata Jadi Cagar Budaya Nasional

Nasional

Rakernas PPTSB 2026 Sukses, Sepakati Regenerasi Organisasi dan Kerja Sama Pendidikan

Nasional

HKBP Anugerahkan Ulos Istimewa "Harungguan" kepada Hashim Djojohadikusumo

Nasional

Bupati Batubara Terima Tongkat Panaluan

Nasional

Bobby Minta Persetujuan Ephorus Agar Warga HKBP Jabat Sekda Provinsi Sumut

Nasional

Memorial Lecture 180 Tahun Raja Sisingamangaraja XII, Menggali Nilai Luhur untuk Indonesia Emas 2045