Banda Aceh (harianSIB.com)
Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mendorong Pemerintah Provinsi Aceh meminta dukungan internasional. Dua lembaga resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni United Nations Development Programme (UNDP) dan United Nations Children's Fund (UNICEF), telah menerima surat resmi permintaan bantuan pemulihan pascabencana.
Saat ini, UNDP dan UNICEF tengah melakukan peninjauan untuk menentukan bentuk dukungan yang paling tepat, sesuai mandat masing-masing lembaga. Informasi tersebut disampaikan melalui pernyataan tertulis United Nations Information Centre (UNIC) di Jakarta, Senin (15/12/2025).
Dalam pernyataan itu disebutkan, UNDP Indonesia telah menerima permintaan resmi dari Pemerintah Provinsi Aceh pada 14 Desember 2025. Kepala Perwakilan UNDP Indonesia, Sara Ferrer Olivella, membenarkan hal tersebut.
"Saat ini, UNDP sedang melakukan peninjauan untuk memberikan dukungan terbaik kepada para national responders atau tim penanggulangan bencana serta masyarakat terdampak, sejalan dengan mandat UNDP dalam pemulihan dini (early recovery)," ujar Sara saat dikonfirmasi, Senin (15/12/2025) malam.
Baca Juga: Unicef Tinjau Permintaan Bantuan Pemulihan Pascabencana Sumatera Selain
UNDP,
UNICEF Indonesia juga telah menerima surat dari Pemerintah Provinsi
Aceh. Berdasarkan pernyataan resmi
PBB,
UNICEF tengah menelaah bidang-bidang dukungan yang diminta melalui koordinasi dengan otoritas terkait guna mengidentifikasi kebutuhan prioritas, khususnya sektor perlindungan dan kesejahteraan anak.
"UNICEF menyampaikan simpati yang mendalam kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," kata Sara Ferrer Olivella dalam pernyataan tersebut.