Jakarta(harianSIB.com)
Panglima Tentara Nasional Indonesia Agus Subiyanto menyatakan, TNI telah membangun dan memasang sebanyak 32 jembatan Bailey di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat guna memulihkan akses masyarakat.
Pembangunan jembatan tersebut dilakukan bersamaan dengan pengerahan 37.910 personel TNI untuk mendukung proses rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana di wilayah Sumatera, agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
"Beberapa jembatan sudah digunakan masyarakat untuk beraktivitas," ujar Agus dalam Konferensi Pers Perkembangan Terkini Penanganan Pascabencana di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (29/12/2025).
Agus menegaskan, secara keseluruhan jembatan Bailey yang telah dibangun dan digelar berjumlah 32 unit. "Sudah tergelar sejumlah total yang dibangun 32 jembatan," ucapnya.
Baca Juga: Kemenhut Audit 24 Izin HPH–HTI Diduga Picu Bencana Ekologis Sumatera Menurut Panglima
TNI, dokumentasi visual dari lapangan menunjukkan jembatan-jembatan darurat tersebut telah dimanfaatkan masyarakat. "Kita lihat videonya sudah digunakan masyarakat," katanya.
Jembatan Bailey umumnya dibangun sebagai pengganti jembatan penghubung yang putus akibat bencana. Jembatan dengan rangka baja ringan berkualitas tinggi ini bersifat mudah dipindahkan (movable) dan lazim digunakan sebagai solusi darurat untuk memulihkan konektivitas wilayah.