Jakarta(harianSIB.com)
Merespons tragedi banjir bandang dan tanah longsor yang melumpuhkan wilayah Tapanuli dan sekitarnya pada akhir November 2025, Yayasan Pecinta Danau Toba (YPDT) bekerja sama dengan Batak Center menggelar "Refleksi Awal Tahun 2026".
Acara yang berlangsung di Gedung Persada Halim, Jakarta Timur, Jumat (9/1/2026) ini bertujuan membedah relasi antara peradaban, hukum, dan ekologi dalam kehidupan masyarakat Batak.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas keprihatinan mendalam terhadap bencana hidrometeorologi di Sumatera yang telah menelan 1.178 korban jiwa per Januari 2026.
Baca Juga: Batak Center Desak Pemerintah Bekukan Izin PT TPL Jika Abaikan Temuan LHK Bencana tersebut dinilai bukan sekadar faktor alam, melainkan ekses dari kerusakan hutan di hulu yang telah beralih fungsi menjadi perkebunan sawit dan pertambangan.
Sebelum diskusi, diadakan Refleksi Awal Tahun 2026 oleh Pdt. Gomar Gultom, MTh.
Editor
: Robert Banjarnahor