Sorong(harianSIB.com)
Perayaan Natal nasional 2025 Partai Gerindra di Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (17/1/2026) lalu berlangsung hikmat. Perayaan dilaksanakan di Papua diharapkan dapat mempererat hubungan antara pemerintah pusat dan Pemda, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten kota.
Perayaan itu disambut antusias penduduk lokal dan diikuti sekitar 7.500 peserta dari berbagai unsur. Mulai dari utusan khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Hasyim Djojohadikusumo, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, Ketua Umum Gerakan Kristiani Indonesia Raya atau Gekira Nikson Silalahi hingga anak-anak panti asuhan dan kaum disabilitas.
Perayaan Natal tahun ini menjadi momentum untuk merefleksikan diri, menjalin silaturrahmi dan konsolidasi serta seruan perdamaian di tanah Papua untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat dengan potensi sumber daya alamnya.
Baca Juga: Bertahan Tanpa Menjadi Keras, Krisis Kepercayaan dan Ketahanan Mental di Indonesia Awal 2026 "Kami juga bersyukur karena melalui
Natal ini, Pak Hasyim bisa sampai di
Papua Barat Daya dan bisa menyapa masyarakat. Memang kita tidak mampu untuk mengukur semua yang terjadi mulai dari kemarin sampai dengan hari ini. Luar biasa di luar kemampuan kita, semua itu karena Tuhan," ujar Ketum Panitia
Natal Gerindra sekaligus Gubernur
Papua Barat Daya Elisa Kambu.
Bendahara Umum Gekira Dimpos Tampubolon mengutip kisah dari keluarga adik kandung Presiden Prabowo Subianto, Hasyim Djojohadikusumo yang merupakan Ketum Gekira, bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi masalah. Justru Bhinneka Tunggal Ika, kebersamaan, toleransi dan saling mengasihi harus selalu dirawat sejak di lingkungan keluarga.