Jakarta(harianSIB.com)
Kejayaan Tesla sebagai pemimpin industri mobil listrik dunia mulai memudar di tengah tekanan persaingan dan penurunan penjualan dalam beberapa kuartal terakhir.
Perusahaan yang didirikan Elon Musk itu menghadapi tantangan dari pabrikan China dan Eropa yang semakin agresif menawarkan produk dengan harga kompetitif.
Sepanjang 2025, Tesla disalip Volkswagen dalam penjualan EV murni di pasar Eropa berdasarkan data JATO Dynamics. Sebelumnya, Tesla juga telah dikalahkan oleh BYD yang kini menjadi produsen EV terbesar di dunia.
Mengutip laporan Reuters pada 20 Februari 2026 dan dilansir dari CNBC Indonesia, Tesla merespons kondisi tersebut dengan memangkas harga secara agresif. Perusahaan meluncurkan Cybertruck versi lebih murah seharga 59.990 dolar AS atau sekitar Rp1 miliar. Harga varian termahal, Cyberbeast, juga dipotong menjadi 99.990 dolar AS dari sebelumnya 144.990 dolar AS.
Baca Juga: Tiongkok Klaim Bisa Lumpuhkan Starlink! Senjata 20 Gigawatt Ini Bikin Dunia Geger Selain itu,
Tesla disebut menghentikan paket "Luxe" yang mencakup fitur Supervised Full Self-Driving (FSD) dan akses gratis Supercharger. Awal bulan ini,
Tesla juga memperkenalkan varian lebih terjangkau dari Model Y dengan harga mulai 41.990 dolar AS atau sekitar Rp708 juta.
Strategi pemangkasan harga ini diperkirakan menjadi langkah utama Tesla pada 2026 untuk mendongkrak minat beli dan menjaga daya saing di pasar global.(*)