Pekanbaru(harianSIB.com)
Kerusakan pada bagian moncong pesawat Garuda Indonesia yang mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru hingga kini masih dalam proses penyelidikan. Kerusakan berupa penyok pada bagian depan pesawat baru diketahui setelah pesawat menyelesaikan penerbangan dari Jakarta.
Melansir Kompas.com, General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari maskapai terkait penyebab kerusakan tersebut. Pihak bandara juga menunggu keterangan resmi dari instansi yang berwenang sebelum memastikan penyebab insiden.
Kerusakan pada bagian radome atau hidung pesawat diketahui setelah pesawat mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 17.15 WIB. Berdasarkan pemeriksaan awal oleh teknisi dan kru, bagian depan pesawat mengalami kerusakan cukup berat sehingga perlu dilakukan investigasi lebih lanjut.
Seorang penumpang bernama Rizki Ganda Sitinjak mengaku terkejut setelah melihat kondisi pesawat usai mendarat. Selama penerbangan, ia tidak mendengar suara benturan, meski pesawat sempat mengalami turbulensi sebelum tiba di Pekanbaru. Pesawat juga disebut sempat melintasi awan gelap sebelum proses pendaratan.
Baca Juga: Danrem 031/WB Brigjen TNI Agustatius Sitepu Hadiri Pertemuan Masyarakat Karo di Pekanbaru Akibat kerusakan tersebut, penerbangan lanjutan dari
Pekanbaru menuju Jakarta terpaksa dibatalkan. Sebanyak 30 penumpang dialihkan menggunakan penerbangan
Citilink menuju Bandara Halim Perdanakusuma pada pukul 19.12 WIB.
Hingga saat ini, pihak bandara bersama maskapai masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kerusakan pada pesawat tersebut. (*)