Jakarta(harianSIB.com)
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan status pengamanan di lingkungan TNI AD saat ini diturunkan menjadi siaga tiga setelah sebelumnya berada pada siaga satu. Penetapan siaga tiga dilakukan untuk memperkuat kesiapan pasukan dalam menjaga keamanan wilayah selama masa Hari Raya Idul Fitri 2026.
Donny menjelaskan, penerapan siaga tiga berkaitan dengan rangkaian kegiatan pengamanan yang rutin dilakukan menjelang perayaan Idul Fitri.
"Kita melaksanakan kegiatan siaga tiga karena juga kita akan melaksanakan kegiatan Idul Fitri," ujar Donny saat bertemu awak media di Mabes TNI AD, Kamis, sebagaimana dilansir Detikcom.
Menurut Donny, baik siaga satu maupun siaga tiga tidak berkaitan dengan situasi konflik ataupun ancaman peperangan. Status siaga satu sebelumnya diberlakukan untuk memastikan kesiapan seluruh prajurit, termasuk pemeriksaan alat utama sistem senjata serta kesiapan personel di seluruh satuan.
Baca Juga: TNI AD Berhasil Bangun 218 Jembatan Kurun Waktu 2,5 Bulan "Siaga satu itu hanya untuk memeriksa kesiapan alutsista dan kesiapan seluruh elemen prajurit, bukan karena ada konflik," jelasnya.
Ia menambahkan, apel gelar pasukan yang dilaksanakan di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu (7/3/2016) lalu, merupakan bagian dari status siaga satu. Setelah masa tersebut selesai, TNI AD kemudian menurunkan status menjadi siaga tiga dan mulai mengerahkan personel untuk pengamanan Hari Raya Idul Fitri.