Medan (harianSIB.com)
Meluncurkan buku biografi di usia yang ke 75 dengan judul, "Keyakinan, Perjuangan dan Pengabdian RE Nainggolan" tentu punya makna yang snagat filosofis. Buku adalah kamus hidup dan seharusnya jadi "legacy" bagi generasi berikutnya untuk membentuk dan mendesain masa depan. Siapa Dr RE Nainggolan MM? Tentu sebuah pertanyaan yang sangat hakiki dan perlu kita lihat latar belakangnya, mengapa beliau menjadi sebuah sosok fenomenal yang bisa kita jadikan sebagai seorang yang berkarir di jalur birokrasi dan jadi panutan (role model) untuk menjadi Birokrat tulen.
Tulisan ini bukanlah pengkultusan, tetapi realitas sosial yang menegaskan bahwa RE Nainggolan seorang birokrat yang tidak mengenal tamat untuk belajar, bahkan sampai mengenyam pendidikan S3 (Studi Doktoral) di USU yang memberikan pesan kepada kita, belajar tidak mengenal usia dan profesi. Sekalipun sudah berada pada puncak karir, menjadi Sekda Kabupaten Dairi kala itu dan Bupati Taput, RE Nainggolan masih menyempatkan Studi S3, dan ini adalah sebuah pesan, jangan pernah lelah untuk bersekolah dan belajar.
Dalam karir beliau, RE Nainggolan bekerja berdasarkan suguhan data. Saya menyebut beliau adalah birokrat berbasis data dan sangat metodologis. RE Nainggolan ingin memastikan bahwa kebijakan yang diambil harus minim kesalahan. Data yang valid, data yang terkini selalu menjadi pedoman beliau dalam mengambil kebijakan dalam bertindak, inilah yang saya sebut birokrat berbasis data, dan selalu punya orientasi metodologis, tersistem, dan pola pikir birokrat yang sangat terstruktur. Beliau sangat senang dan sering diskusi dengan akademisi untuk memaskan data yang itu terukur, bisa untuk pijakan dalam kebijakan publik. Artinya, RE nainggolan sangat cerdas, visioner dan punya orientasi keberlanjutan yang sangat bagus. Berpikirnya RE Nainggolan adalah jangka panjang, punya kebermanfaatan dalam setiap bertindak.
Baca Juga: Polda Sumut Bentuk Tim Audit Selidiki Dugaan Kabid Propam Lakukan Pemerasan, Dr
RE Nainggolan yang berpengalaman sebagai
birokrat, didukung kemampuan akademik sangat bisa dan potensial untuk menjadi role model birokat di
Sumatera Utara. Sebagai orang yang punya pengalaman memimpin dan dukungan akademik tentu sangat dibutuhkan oleh masyarakat
Sumatera Utara mengoptimalkan segala potensi yang ada di
Sumatera Utara. Bagaimana mengelola potensi itu dengan kekuatan managerial berbasis data, metodologis di
Sumatera Utara ini adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh mesin birokrasi masa kini.
Untuk itu, Dr RE Nainggolan sebagai birokrat sarat pengalaman dan punya kemampuan akademik dan didukung oleh integritas yang baik perlu jadi role model birokrasi saat ini. Selain itu, beliau adalah pejuang pluralis, membangun harmoni sosial, mengedepankan pemberdayaan warga. Kita pun sangat mengharapkan Dr RE Nainggolan kekinian bisa muncul dalam komunitas birokrasi di Sumatera Utara. Sumut akan bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru di negara ini dan lebih baik kedepan dalam berbagai bidang jika mesin birokrasi bekerja dengan hati dan penuh empati.