Jakarta (harianSIB.com)
Clara Panggabean, SH, kembali meluncurkan lagu rohani single berjudul â€Hidup BersamaMu Tuhan" secara live Youtube, Rabu, (16/6/2021). Lagu tersebut diciptakan Ayahnya, Jhon SE Panggabean SH, MH.
Lagu yang dibawakan Clara kali ini hanya diiringi gitar oleh Jhon Panggabean. Clara mengucap syukur ditengah pandemi Covid masih bisa berkreativitas dan berkolaborasi dengan ayahnya menciptakan lagu seperti saat ini.
“Puji syukur kepada Tuhan, kiranya lagu ini menjadikan berkat bagi banyak orang yang mendengarkan. Apalagi pesan lagu yang ditulis oleh ayah saya ini sangat menyentuh berdasarkan pengalaman hidupnya. Yakni, agar kita selalu hidup bersama Tuhan, meskipun pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda ini,†imbuh Clara dalam rilisnya, Sabtu (19/6/2021).
Sementara Pencipta Lagu “Hidup BersamaMu Tuhanâ€, Jhon SE Panggabean menuturkan dirinya menulis lagu ini melihat terjadinya pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 sampai saat ini, berdampak luas bagi pelaku usaha.
Akibatnya, lanjut Jhon, banyak orang kehilangan pekerjaan atau dirumahkan sehingga tidak lagi mendapat gaji atau pendapatan. Padahal pegawai tersebut harus menghidupi keluarganya. Kondisi ini secara psikologis mempengaruhi kehidupan banyak orang tertekan.
“Jadi memang lagu ini saya tulis dengan tujuan menguatkan sesama. Juga, syair lagu ini ditulis berdasarkan pengalaman nyata kehidupan saya. Dimana ketika hidup bersama Tuhan, kita pasti disertai, ditolong dan diberkati,†jelas Ketua Umum Panggabean Se-Jabodetabek ini.
Jhon lebih jauh membeberkan pengalaman hidupnya. Sebelum merebak Covid-19, Ia pernah sakit selama dua tahun (2017-2019), 10 kali opname di rumah sakit dan sampai berobat ke Penang. Terakhir ada lima dokter ahli yang menangani dirinya.
“Sakit yang berkepanjangan, akhirnya membuat saya sampai tidak punya uang lagi untuk membeli obat. Saat itu, saya hanya pasrah dan berserah kepada Tuhan,†kata Wakil Ketua Umum Peradi ini.
“Puji Tuhan, saat itu istrinya, selama dua tahun, selalu setia mendampingi dan memberikan semangat. Istri saya memberikan penguatan agar tetap percaya akan pertolongan Tuhan. Juga, istri saya mengingatkan, 25 tahun sebelumnya, sewaktu baru menikah, Tuhan memberikan kesembuhan secara total atas penyakit saya yang sempat menahun lamanya,†tambahnya.
Akhirnya, lanjut Jhon, Tahun 2018, Jhon dan istrinya sepakat untuk kembali menyerahkan diri lagi secara total kepada Tuhan. “Kami mohon ampun atas segala dosa-dosa dan meminta Tuhan berbelas kasihan untuk mengulurkan tangannya memberikan kesembuhan. Dengan doa yang terus menerus dan keyakinan serta iman yang teguh akhirnya saya disembuhkan secara mujizat,†urai Ketua Masyarakat Peduli hukum Indonesia ini.
Setelah sembuh dan baru tujuh bulan berkegiatan lagi, ujar Jhon, ternyata terjadi pandemi Covid-19- dimana gerak masyarakat termasuk di bidang bisnis sangat terbatas. Namun berbekal pengalaman hidup yang pernah dua kali sembuh secara mujizat, Jhon selalu mengandalkan Tuhan. Di kantor, Jhon bahkan selalu mengadakan ibadah bersama rekan-rekan sekantor untuk memohon pertolongan Tuhan.
“Terus terang kami hanya mengandalkan kasih Tuhan. Kami sangat merasakannya. Pada saat pandemi Covid-19, kantor kami justru cukup sibuk menangani pekerjaan (perkara) sampai tidak sempat libur. Itu semata-mata karena kebaikan Tuhan,†katanya.
“Sekalipun masih hanya dengan diiringi gitar secara Live di Youtube https://www.youtube.com/watch?v=HxbrTrMHplY&t=108s, kiranya lagu ini dapat didengar orang banyak dan memberkati pendengarnya,†pungkas Jhon.(*)